1+
Buku Tersedia
3
Mahasiswa Terdaftar
7
Program Studi
±55%
Rata-rata Hemat
Mengapa Kami Ada

Buku Kuliah Tidak Harus Jadi Beban

Setiap semester, ratusan buku berhenti dipakai bukan karena tidak berguna, tapi karena pemiliknya sudah lulus mata kuliah. YamaShelf hadir supaya buku itu bisa terus berpindah tangan dan terus bermanfaat.

Dari Mahasiswa, untuk Mahasiswa

Setiap penjual dan pembeli di sini adalah bagian dari komunitas kampus yang sama — bukan toko buku anonim. Transaksi terasa lebih dekat, lebih jujur, dan lebih bisa dipercaya.

Harga yang Bersahabat di Kantong

Rata-rata buku di sini terjual dengan potongan signifikan dari harga aslinya — cukup untuk meringankan sedikit beban biaya kuliah tiap semester.

Buku yang Terus Berguna

Alih-alih tersimpan diam di gudang atau rak yang terlupakan, buku yang sudah tidak terpakai berpindah ke tangan mahasiswa lain yang justru sedang mencarinya.

Kampus Universitas Yatsi Madani Kampus UYM
Awal Mula

Dimulai dari Rak Buku yang Terlupakan

Semuanya berawal dari hal sederhana: melihat buku-buku semester lalu teronggok di kosan, sementara di sisi lain ada adik tingkat yang justru kesulitan mencari edisi yang sama dengan harga yang wajar.

Dari situ, kami — mahasiswa Universitas Yatsi Madani — membangun YamaShelf sebagai proyek nyata sekaligus jawaban atas masalah yang kami sendiri rasakan: pasar buku bekas antar mahasiswa yang mudah dipakai, jujur soal kondisi barang, dan tetap terasa seperti transaksi antar teman kampus.

Kami tidak sedang membangun toko buku baru. Kami sedang membangun cara supaya buku yang sudah ada, sampai ke tangan yang tepat. — Tim Pengembang YamaShelf
Perjalanan Proyek

Sejarah Singkat

Tahap 1

Riset Kebutuhan Mahasiswa

Mengumpulkan masukan langsung dari mahasiswa lintas program studi mengenai kesulitan mencari buku kuliah dengan harga wajar dan kondisi yang bisa dipercaya.

Tahap 2

Perancangan Tampilan

Menyusun konsep antarmuka bergaya katalog perpustakaan — hangat, akrab, dan personal — supaya menjelajah buku terasa seperti membuka rak sungguhan, bukan sekadar daftar belanja.

Tahap 3

Pengembangan Front-End

Membangun halaman beranda, katalog, detail buku, keranjang, hingga form akun menggunakan PHP sebagai dasar templating dan struktur halaman.

Tahap 4 Selesai

Integrasi Back-End & Basis Data

Menghubungkan seluruh alur — katalog, keranjang, transaksi, notifikasi, hingga akun mahasiswa — ke basis data MySQL sungguhan, lengkap dengan sistem login dan pengelolaan stok.

Tahap 5 Berlangsung

Polesan Akhir & Animasi

Menghaluskan pengalaman pengguna lewat micro-interaction, animasi saat scroll, dan detail visual kecil — supaya setiap halaman terasa hidup, bukan sekadar formulir digital.

Kata Mereka

Kenapa Mereka Percaya YamaShelf

"Awalnya cuma iseng jual buku semester lalu, eh ternyata banyak juga yang butuh. Rasanya senang buku yang tadinya nganggur jadi berguna lagi buat orang lain."

Rafi H. — Bisnis Digital

"Yang paling kerasa itu rasa percayanya — sama-sama mahasiswa UYM, jadi lebih tenang pas transaksi ketimbang beli dari orang yang gak dikenal sama sekali."

Salsa W. — Ilmu Keperawatan

"Suka sama idenya karena kerasa dibangun buat kebutuhan kita sendiri, bukan sekadar marketplace umum yang ditempel-tempelin buat mahasiswa."

Dimas A. — Ilmu Komputer

Rak Bukumu Ada yang Menunggu

Satu buku yang kamu lepas hari ini, bisa jadi penyelamat nilai UAS mahasiswa lain semester depan. Yuk jadi bagian dari komunitas yang menjaga buku tetap bermanfaat lebih lama.

Daftar Sekarang Jelajahi Katalog